Profile

Hal-Q ID, merupakan kelompok peneliti yang melakukan aktivitas pengembangan industri, dengan menekankan aspek kehalalan, kemananan, kualitas produk, dan efisiensi proses produksi, didukung kajian kebijakan pemerintah  agar sesuai kebutuhan konsumen sehingga bersaing di pasar global. Hal ini seiring keinginan konsumen memperoleh produk sesuai kebutuhan fisik dan spiritualnya. Di sisi lain, masih banyak produk tidak terjamin kehalalan, kemananan, dan kualitasnya. Karena itu, perlu penguatan kesadaran, tanggung jawab, kerjasama untuk saling menghargai hak dan kewajiban produsen, pedagang, dan konsumen, serta dukungan regulasi dan ketegasan penerapannya. Hal ini penting untuk mendorong terwujudnya masyarakat berkarakter baik dan bermanfaat besar bagi orang lain.

Secara teknis terbagi menjadi 4 sub riset dengan masing masing tujuan:

1) Hal-Q Assurance System and Detection Technology Development, bertujuan menghasilkan metode dan sistem penunjang jaminan kehalalan, keamanan, dan kualitas melalui penguatan sistem audit dan teknik deteksi bahan haram dan berbahaya.

 2) Hal-Q Education, Promotion and Policy bertujuan menghasilkan metode dan alat yang efektif untuk pendidikan dan promosi, serta kajian kebijakan pendukung  produk halal, aman, dan berkualitas bagi produsen, pedagang, dan konsumen.

3) Hal-Q Supply Chain Management (SCM), bertujuan menghasilkan analisis dan rekomendasi manajemen rantai pasok yang efisien pada industri secara halal, aman, dan berkualitas.

4) Hal-Q Material, Production and Packaging Development, bertujuan menghasilkan alternatif bahan baku, proses produksi, dan kemasan menarik yang halal, aman, berkualitas memanfaatkan perkembangan ilmu dan teknologi.

Kelompok riset strategis dan optimis mewujudkan visi, misi, dan tujuan dengan dedikasi anggota tim dan dukungan pihak lain. Latar belakang tim mendukung  meliputi bidang teknologi industri pertanian, teknologi hasil pertanian, teknik pertanian, teknologi informasi dan komunikasi, psikologi, serta hukum. Anggota tim memiliki rekam jejak, rencana riset, dan publikasi pendukung. Di sisi lain, rintisan kerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika-Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Badan Standardisasi Nasional (BSN), Lab Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait dapat dioptimalkan untuk mengembangkan kelompok riset Hal-Q ID. Penguatan lembaga riset tahun 2016, ditekankan pada 3 kegiatan utama sebagai berikut: a)Peningkatan publikasi internasional dan nasional, b) Pengembangan kerjasama dan diseminasi hasil penelitian, dan c) Penguatan manajemen riset grup.